Wednesday, October 15, 2014

Wireless charging of batteries and longer-lasting batteries

Pasti pertama kali anda mendengar wireless charging muncul pertanyaan dalam diri anda apa mungkin sebuat baterai mengisi ulang daya tanpa menggunakan sambungan kabel. Jawabannya akan saya bahas pada postingan saya ini, jadi apa itu wireless charging ? Wireless charger adalah salah satu dari banyak fitur baru yang muncul pada smartphone terbaru, mulai dari Google Nexus 4 dan Samsung Galaxy S4 hingga Lumia 920 Nokia. Bahkan ada yang menambah kemampuan pengisian nirkabel untuk Apple iPhone 5.



Wireless charger menggunakan induksi magnetik. Perangkat diletakkan di atas permukaannya dan baterai diisi secara otomatis - tidak dibutuhkan kabel.

Cara Kerja Wireless Carger
Wireless charger segera menarik perhatian karena memungkinkan Anda untuk mengisi daya smartphone Anda lansung tanpa mencolok ke kabel. Hanya dengan menempatkan smartphone pada charger nirkabel, pengisian daya segera dimulai. Tentu saja, wireless charger sendiri masih harus dipasang ke colokan dinding. Keharusan untuk menggunakan perangkat terpisah yang harus dicolok ke dinding inilah yang menyebabkan Phil Schiller, Apple, berpendapat bahwa pengisian nirkabel "sebenarnya, untuk kebanyakan situasi, akan lebih rumit" - karenanya iPhone belum mengadopsi pengisian nirkabel.

Wireless carger lebih tepat disebut sebagai "pengisian induktif" karena menggunakan induksi magnetik. Penjelasan singkat adalah perangkat ini menggunakan magnet untuk mengirimkan energi. Arus yang berasal dari stop kontak dinding bergerak melalui kawat dalam charger nirkabel, menciptakan medan magnet. Medan magnet menciptakan arus listrik dalam kumparan di dalam perangkat elektroniik. Kumparan ini terhubung ke baterai dan arus listrik mengisi baterai. Perangkat harus memiliki hardware yang sesuai untuk mendukung pengisian nirkabel - perangkat tanpa kumparan yang tepat tidak dapat diisi secara nirkabel.

Longer lasting baterries
Baru-baru ini, sekelompok peneliti mempublikasikan riset mereka yang menunjukkan bahwa pasir pantai bisa membuat umur baterai bertahan lebih lama.
Para peneliti yang berasal dari University of California and the Bourns College of Engineering itu menemukan bahwa dengan menggunakan pasir pantai sebagai anoda baterai smartphone, bisa meningkatkan efisiensi daya. Laporan hasil penelitian mereka itu bisa dilihat di situs Nature.com.
Anoda adalah komponen baterai yang berperan sebagai pengumpul kutub positif arus listrik yang mengalir ke dalam baterai dari sumber luar. Saat ini, kebanyakan baterai smartphone menggunakan bahan dari serbuk grafit.
Dengan memanfaatkan pasir pantai yang disuling dan dimurnikan, kemudian menambahkan garam dan magnesium ke dalam campurannya sembari dipanaskan, maka akan dihasilkan silikon murni yang bisa menjadi materi yang lebih baik untuk anoda.
Bahan silikon yang dihasilkan itu memiliki tekstur yang berpori, sehingga menurut para peneliti tersebut lebih efisien dalam menyimpan daya.
"Kami telah membuktikan bahwa kami bisa membuat silikon sintetis yang murah, ramah lingkungan, dengan kinerja elektrokimia baterai yang tahan hingga lebih dari 1.000 siklus," ujar mereka.
Dikutip dari BGR (14/7/2014), jika melihat betapa pentingnya daya baterai bagi kebanyakan produsen smartphone, maka temuan ini pasti akan ditindaklanjuti secara lebih serius oleh mereka.
Dari temuan tersebut, dikombinasikan dengan software optimasi daya baterai, diharapkan di masa mendatang akan dihasilkan baterai smartphone yang bisa bertahan lebih lama.

Sumber :

http://tekno.kompas.com/read/2014/07/17/08050017/Pasir.Pantai.Bikin.Baterai.Ponsel.Lebih.Hemat

No comments:

Post a Comment